Lagu Ini Entah Kapan

Sedih banget,, kalo inget aku cuma sementara di kota ini .
At least sampai studiku selesai lah . Habis itu capcus..

Padahal belum apa2,, belum juga hapal pojok2nya .
Aku udah merasa ini nih rumah kedua .
Kalo di Jogja,, pengen cepet2 libur lalu pulang .
Tapi kalo udah di Semarang,, pengen kuliah lagi . Hehehe .

Sebenernya aku gak punya temen lho di kampus . Haha .
Kesepian . Tapi lebih karena ngerasa kalo aku tuh beda sendiri .
Lain sendiri .

Kadang ngerasa sedih kalo gak dimengerti .
Tapi udah biasa .
Udah biasa disalahpahami . Haha .
Buktinya tetep ceria dimanapun berada .

Suatu hari,, kalo aku balik kesini .
Aku pengen diinget sebagai Tian,, si teman kecil .
Tian yang dulu usil dan sederhana,, yang lembut hatinya . Haha .
*kok kebalikan semua ya :D

Pokoknya dikenang .
Karena buatku,, kota ini nih time capsule ku .
Bakal rindu..

Yogyakarta

Intro : C Am Em F G C Am Em F G C

C Am
Pulang ke kotamu
Em F G C Am Em F G
Ada setangkup haru dalam rindu
C Am
Masih seperti dulu
Em F G C Am Em F G
Tiap sudut menyapaku bersahabat,, penuh selaksa makna
G F C
Terhanyut aku akan nostalgi
Dm G
Saat kita sering luangkan waktu
F Em
Nikmati bersama
Dm C Am
Suasana Jogja

C F G C Am Em Dm
Di persimpangan langkahku terhenti
C Am
Ramai kaki lima
Em F G C
Menjajakan sajian khas berselera
Am Em F G
Orang duduk bersila
G F C
Musisi jalanan mulai beraksi
Dm G
Seiring laraku kehilanganmu
F Em
Merintih sendiri
Dm
Ditelan deru kotamu

C Am Em F G
Walau kini kau tlah tiada,, tak kembali
C Am Em F G
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
C Am Em F G
Ijinkanlah aku untuk slalu pulang lagi
C Am Em F G
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

C Am Em F G C Am Em F G
C Am Em F G C Am Em F G


G F C
Musisi jalanan mulai beraksi
Dm G
Seiring laraku kehilanganmu
F Em
Merintih sendiri
Dm
Ditelan deru kotamu

Hari Termewah :D

Tempo hari,, Selasa sore kalo gak salah . Aku,, Vina,, Adi,, menuju Ringroad Utara .
Mau maem sushi,, seperti yg udah kami rencanain sebelumnya beberapa hari lalu .

Eh,, ketemu 2 biji anak Arsi yang lagi mau beli kayu,, di depan Happy Puppy . Lho?

Kami bertiga setengah gak yakin . Ini nih restorannya?
Soalnya sama sekali gak ada motor . Cuma mobil yang berderet-deret .
Trus aku (yang paling lusuh,, soalnya cuma pake kaos + celana pendek + sendal jepit) dengan pede - lebih tepatnya bermuka tebel - langsung main masuk aja .

He? Sepiii..

Kami disambut oleh mbak2 berkimono-motif-lucu-Jepang-banget .
Trus kami milih tempat di dalem . Yang juga Jepang banget .

Ada pintu gesernya juga .

Kami bertiga,, keliatan banget ndeso banget wajahnya .
Ndomblong seribu bahasa .

Habis itu,, setelah pesen menu (buanyak banget,, untuk ukuran 3 porsi) dan ditinggal mbaknya . Kami cepet2 nutup pintunya .
Lalu dengan pose yang ngalah2in tante girang dan oom senang: kami poto2 .

*potonya menyusul diposting yaa..*

Oiya,, lupa nyebut nama restonya . Silla .
Tumben ya aku inget .

Haha . Soalnya aku sempet nyolong sumpitnya .
Ada tulisannya . Silla . Haha .

Pas banget waktu makanannya dateng,, kami gedubrakan kembali ke posisi masing2 (duduk ala Jepang di atas bantal duduk,, dengan kalem bersahaja - pinjem istilahnya Gupi) .
Kami pasang senyum termanis kami . Hmmm :)
Mbaknya juga manis sih . Ehe . Naksir .

Mbaknya pergi .

Kami pun makan dengan rakusnya .
Dan ganti dengan gaya duduk ala warteg . Tau?

Ronde pertama: Japanese food . Kenyang .

Lalu poto2 lagi . Ngobrol2 bisnis yang kami rintis bertiga . Terharu-haru sendiri ngebayangin gimana bangganya ortu kami nanti . Haha . Kami emang satu selera dalam hal kenylenehan .

Lalu kami mulai lapar lagi .

Ronde kedua: Dimsum . Walo kecil2 tapi gak kalah ngenyangin .
Ah,, mblenger . Hoek .

Setelah sesi pemotretan sekali lagi,, kami pun pulang . Habis mbayar bill-nya tentu saja . Rp 166ribu . Bertiga .
Gak heran . Soalnya selera makan kami emang kayak dinosaurus .

@Vina: Nna,, utang dulu yak? Hehe :D . Tenang,, pasti kubayar kok .
@Adi : Tek,, masih mau nyoba Sentana Bistro habis liburan? Ehe .

A Story Behind

Nemu lagu ini,, jadul banget .
Waktu masih kecil dan lagi demen2nya ama Batman .
*Gimana yaa,, soalnya sejak dulu seleraku udah bagus :p

Eh . Kenapa?
Kenapa mawar lagi?

Haha .

Lagi inspired habis2an .
Aku benar2 dihajar oleh pesonanya .
Kayak bagian "you became the light on the dark side of me" .

Hmm . Saking terangnya,, sampai gak bisa ngeliat .
Silau .

Aku masih ingin mendekat . Pelan2 .
Duri2nya tajam . Tapi luka2 ini gak seberapa demi kemanisannya .

Mawar yang angkuh . Tapi menarik .

Ehe :D

Kiss From A Rose

E E Cmaj7 D E
There used to be a graying tower alone on the sea
E E Cmaj7 D E
You became the light on the dark side of me
E E Cmaj7 D E
Love remains a drug that's the high and not the pill
E Em Cmaj7 D
Did you know that when it snows my eyes become large
Cmaj7 D E E
And the light that you shine can't be seen

E Cmaj7 D E
Baby, I compare you to a kiss from a rose on the gray
E Cmaj7 D E
The more I get of you the stranger it feels, yeah
E Cmaj7 D Cmaj7 D E E
Now that your rose is in bloom, a light hits the gloom on the gray

E E Cmaj7 D E
There is so much a man can tell you, so much he can say
E E Cmaj7 D E
You remain my power, my pleasure, my pain, baby
Em D E
To me you're like a growin' addiction that I can't deny
E Cmaj7 D
Won't you tell me is that healthy, babe?
E Em Cmaj7 D
But did you know that when it snows my eyes become large
Cmaj7 D E E
And the light that you shine can't be seen

back to reff

D D A G D
I've been kissed by a rose on the gray,
D A G
I've been kissed by a rose
D D A G D
I've been kissed by a rose on the gray
D A G E
I've been kissed by a rose on the gray

E E Cmaj7 D E
There is so much a man can tell you, so much he can say
E E Cmaj7 D E
You remain my power, my pleasure, my pain, baby
Em D E
To me you're like a growin' addiction that I can't deny
E Cmaj7 D
Won't you tell me is that healthy, babe?
E Em Cmaj7 D
But did you know that when it snows my eyes become large
Cmaj7 D E E
And the light that you shine can't be seen

Aku Adalah Apapun Yang Bisa Kupikirkan

Kata2 "aku adalah.." adalah kata2 yang kuat . Berhati2lah dengan apa yang kamu tuliskan sesudah kata2 itu . Hal yang kamu katakan akan memantul dan menuntutmu .
(A.L. Kitselman)



Coba lihat mana "aku" yang paling membangkitkan minatmu:

Aku adalah arsitek:
Aku telah membangun fondasi yang mantap; dan setiap tahun aku kembali ke sekolah itu,, menambahkan lantai kebijakan dan pengetahuan lain .

Aku adalah pematung:
Aku membentuk moral dan filosofiku menurut tanah liat yang menyandang nilai benar dan salah .

Aku adalah pelukis:
Dengan setiap gagasan baru yang kuungkapkan,, aku melukiskan nuansa baru dalam aneka warna dunia .

Aku adalah guru:
Dari teladanku,, orang lain belajar mengenai pentingnya kebulatan tekad,, pengabdian,, dan kerja keras .

Aku adalah pengacara:
Aku tak takut memperjuangkan hak dasar dan sesuatu yang tak terhindarkan,, yang menjadi milikku dan milik orang lain .

Aku adalah pelari maraton:
Sarat energi,, selalu bergerak,, dan siap menghadapi tantangan berikutnya .

Aku adalah pendaki gunung:
Lambat tapi pasti,, aku menapak menuju puncak . Btw,, kayak AFI aja yah .

Aku adalah bankir:
Orang lain berbagi kepercayaan dan nilai2 mereka denganku dan tak pernah kehilangan perhatian .

Aku adalah dokter:
Aku menyembuhkan orang yang minta diperiksa dan minta nasehat padaku,, dan aku membangkitkan vitalitas pada diri orang yang tampaknya tak bergairah .

Aku adalah astronot:
Senantiasa menjelajahi dan memperluas cakrawala .

Aku adalah polisi:
Aku selalu menjaga kesejahteraan orang lain dan aku selalu mencegah perkelahian dan menjaga perdamaian . Hah? Aku sendiri gak percaya dengan yang kutulis .

Aku adalah detektif:
Mengintai melalui kedua lensaku,, mencari arti dan makna penting misteri kehidupan .

Aku adalah milyuner:
Kaya akan cinta,, ketulusan,, dan kebaikan hati . Dan aku memiliki kekayaan pengetahuan,, kebijakan,, pengalaman,, dan pengertian yang tak ternilai .

Aku adalah perencana:
Hidupku adalah untuk membangun kehidupan . Aku menentukan masa depan,, dan memastikan bahwa setiap orang dapat hidup dengan nyaman .


Direspon yaa..

Super Iseng

Di rumah,, aku iseng poto2 pake hape adekku . Soalnya kameranya paling lumayan di rumah .

Ini nih hasil jepretan kurang kerjaan:



Halah . Opo jal?

Sumpah,, wajahku emang gak mutu . Heh,, kok baru nyadar to mbakyu?

Waktu asik poto2 (pake hape adekku,, di kamar adekku,, yang cowok),, adekku dateng .

Begitu ngliat aku,, dia mematung sekian detik .
Lalu nuding2 .
Sambil mangap2 .

Aldi : "Mbak,, hapekuuu!" (masih nuding2)
Aku : (mringis thok)
Aldi : "Ck . Ojo poto2 nggo hapeku to ." (merebut hapenya,, untung sempet tak bluetooth sek)
Aku : (masih mringis)

*btw,, ni ceritanya aku speechless gitu dimarahi adekku*

Aldi : "Nek kanca2ku weruh potomu ngko ndak aku isin to Mbak ."
Aku : Deg!

*Oh no! Adekku malu punya kakak aneh kayak aku.. Huuu.. Hikss..*


Oia,, hari Senin kemaren aku sempet reuni ama anak2 .
BBQ-an di rumah Dana .

Akhirnya Powel Langel bertemu lagi:



Hahaha .
Aku sebenarnya,,
Ranger Pink .

*hoekk!*

Behind The Scene

Awalnya,, aku gak begitu ngeh padanya waktu kali pertama pertemuan kami .
Kedua . Ketiga . Dan seterusnya .

Setelah cukup lama saling kenal,, aku mendapati dia yang selalu kulirik .
Dia yang selalu kucuri-curi pandang .
Wajahnya . Matanya yang cantik . Hidungnya . Bibirnya . Posturnya yang selalu kuamati diam2 dari kejauhan . Tangannya . Tasnya . Jaketnya . Sepatunya . Tulisan tangannya . Sketsa pohonnya . Suaranya . Dan segalanya yang bisa kucari tau tentangnya .

Entah .

Sebatas membayangkan pelukan yang tak pernah kuterima .
Sebatas memikirkan senyum manisnya .
Sebatas mengkhayalkan skenario antara kami berdua .
Aku sudah cukup bahagia .

*ditulis ulang dengan perubahan dan penyesuaian (termasuk kriminal gak ya?)

Walau -menurutku- kami sudah cukup deket . Sebenarnya belum cukup deket sih .
Soalnya dia relatif susah dideketin . Dia selalu jaga jarak ama siapapun .
Dia gak mempan dengan hal2 romantis . Dia gak suka dikasih puisi .
Padahal cuma itu keahlianku . Haha .

Selain itu,, dia udah naksir ama orang lain .
Biar kutebak,, tipenya gak jauh dari kalem-manis-gak neko2 pasti .
Dan itu jauh dariku . Huuu.. Huuuu..

Aku pernah nyanyiin lagu "Negeri Di Awan" buatnya . Dia bilang,, lagu itu ngingetin dia pada seorang awan putih yang suka menghujani bunga2 (sense of humournya lumayan walo dingin) .



Maksudku pengen menunjukkan kalo lagunya kami banget (kayaknya cuma aku deh yang ngrasa kayak gitu) . Tapi malah bikin dia inget somebody else .
Emang 'it was' . Tapi tetep aja rasanya cemburuuu banget . Apalagi waktu dia curhat tentang idamannya .

loving you it's hurt sometimes
i'm standing here you just dont buy
i'm always there you just dont feel
you just dont wanna feel
dont wanna hurt that way
it doesnt mean i'm giving up
i wanna give you more
and more and more


Hei,, matahari . Aku ada disini .
Nyadar gak sih?

Negeri Di Awan

C Am Dm G
Di bayang wajahmu
C Am F G
kutemukan kasih dan hidup
F Am F
yang lama lelah aku cari
Dm G C CBb A Dm G
di masa lalu

C Am Dm G
Kau datang padaku
C Am F G
kau tawarkan hati nan lugu
F Am F
selalu mencoba mengerti
Dm G C
hasrat dalam diri

Fm Bb Eb Cm
Kau mainkan untukku
Fm Bb
sebuah lagu
Eb
tentang negri di awan
Ebm Ab C# C7 F
dimana kedamaian menjadi istananya
Gm Am Dm
dan kini tengah kau bawa
Am Bb Eb Dm G
aku menuju kesana oh.. hoo

C Am Dm G
Ternyata hatimu
C Am F G
penuh dengan bahasa kasih
F Am F
yang terungkapkan dengan pasti
Dm G C CBb A Dm G
dalam suka dan sedih

Begadang Jangan Begadang

Tadi malem,, aku ngebut ngetrace peta sampai jam 3 pagi (malem ato pagi sih?) .

Ngarsir . Kalo pake bahasanya anak Arsi sih ngrender .

Lalu perutku mendadak dangdut . Mules .
Aku kentut *dengan nada altonya April Is In My Mistress' Face* . Dat dit dut . Duuutt.. Berakhir dengan crescendo .
Sumpah . Baunya ampun .

Aku cepet2 lari ke kamar mandi menuntaskan hajatku .

*btw,, ini topik njijiki*

Lalu aku kembali dengan petaku .

Ngarsir lagi . Njelehi,, believe me (kalo ada yang kepingin masuk planologi,, you've been warned).

Hoahm . Ngantuk berat .
Tapi deadline Rabu . Piye jal?

Lanjut .

Ngarsir lagi . Sambil ngemut berbiji-biji permen kopi .

Lalu tragedi itupun terjadi:

Saking asiknya nggambar .

Gak sengaja .

Aku ngeces . Cess..

Di atas kertas kalkirku .

Hening .

...

Iya,, ngeces yang itu . Yang keluar air liurnya,, netes .

Hening .

Kalo digambar pake gaya kartun:
Background putih . Aku juga digambar putih,, posenya membatu,, dengan outline tebel,, mata kosong . Lalu ditambah efek suara hening . Dan burung gagak lewat .

Kisah Kumbang Kecil

kumbang itu ada .

dan ia menginginkan madu:
ia menginginkan kemanisanmu .

ia ingin kau mekar .


(1 Desember 2008)

Gadis Mawar



gadis mawar
yang kupandangi dari jauh
masih saja tak terjangkau .

senyum yang kau tebar
manis . dan berpendar

kumbang kecil ini
sedikit saja:
ingin mengecap .

gadis mawar
yang kupandangi dari jauh
lebih mengidamkan awan .

hati ini remuk . hilang bentuk


(1 Desember 2008)
P.S. buat mawar kerontang yang menginginkan hujan turun .

Feed The Fish!